Pengertian Pajak
•Pajak digunakan sebagai salah satu sumber penerimaan negara yang selanjutnya dipergunakan untuk membiayai belanja negara.
•Selain itu, pajak juga digunakan untuk mengatur pemerataan pendapatan.
•Pengertian Pajak adalah iuran (pembayaran) wajib yang dibayarkan oleh wajib pajak kepada negara berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung dari negara dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umum.
Ciri-Ciri Pajak yaitu:
a. merupakan iuran (pembayaran) wajib kepada negara;
b. tidak ada imbalan balas jasa secara langsung dari negara kepada rakyat;
c. digunakan untuk kesejahteraan umum;
d. pungutan pajak berdasarkan undang-undang; dan
e. pendapatan negara dari pajak digunakan untuk pembelanjaan negara.
Landasan Hukum Pajak
a. Pasal 23 Ayat 2 UUD 1945 yang menyatakan bahwa segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang.
b. Undang-Undang perpajakan yang disempurnakan dan berlaku sejak 1 Januari 2001 adalah sebagai berikut.
1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan (PPh).
3) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa (PPn) serta Pajak tentang Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM).
4) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.
5) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan dan Keputusan Menteri Keuangan No 201/ KMK.04/2000 tentang Penyesuaian Besarnya NJOPTKP sebagai Dasar Penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan.
6) Undang-Undang No. 13 Tahun 1985 dan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2000 tentang Bea Materai
Fungsi Pajak
a. Fungsi Budgeter (Sumber Pendapatan Negara) Artinya Pajak berfungsi sebagai sumber utama penerimaan negara guna membiayai seluruh kegiatan negara dan pembangunan nasional. Sumber pendapatan negara memang tidak hanya dari pajak, tetapi pajak merupakan sumber utama pendapatan negara.
b. Fungsi Distribusi (Alat Pemerataan Pendapatan) Artinya Pajak berfungsi sebagai alat pendistribusian pendapatan masyarakat dan sekaligus sebagai alat pemerataan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. Contohnya Warga negara yang berpendapatan tinggi dikenai pajak lebih banyak dari pada warga negara yang berpendapatan rendah.
c. Fungsi Regulasi (Alat Pengatur Kegiatan Ekonomi) Artinya Pemungutan pajak dapat digunakan untuk mengatur hal-hal sebagai berikut :
1. Untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah, baik rutin maupun pengeluaran pembangunan.
2. Untuk mendorong produksi dalam negeri pemerintah menetapkan kebijakan pembebasan pajak impor terhadap bahan baku dan pajak yang tinggi bagibarang-barang mewah.
Istilah-Istilah dalam Perpajakan
a. Wajib pajak (WP) adalah pembayar pajak.
b. Badan adalah berbentuk Firma (Fa), Persekutuan Komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, Yayasan, dan usaha lain.
c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang berfungsi sebagai tanda pengenal diri dalam melakukan kewajiban perpajakan.
d. Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) adalah surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Pajak yang harus diisi oleh wajib pajak untuk suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak.
Pungutan Resmi Selain Pajak
a. Retribusi adalah pungutan yang dilakukan sehubungan dengan sesuatu jasa atau fasilitas yang diberikan oleh pemerintah secara langsung dan nyata kepada pembayar. Misalnya: iuran parkir, iuran pasar, dan iuran jalan tol.
b. Cukai adalah pungutan resmi yang dikenakan atas barang-barang tertentu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Misalnya: cukai rokok, minuman keras, dan kaset rekaman.
c. Bea meterai adalah pungutan yang dikenakan atas dokumen dengan menggunakan benda meterai.
d. Bea Ekspor dan Bea Impor . Bea ekspor adalah pungutan resmi kepada eksportir yang akan mengekspor barang dagangannya keluar negeri, berdasarkan tarif yang sudah ditentukan bagi masing-masing golongan barang. Sedangkan bea impor adalah pungutan terhadap importir saat mengimpor barang dari luar negeri.
e. Lain-lain pungutan yang sah/legal berupa sumbangan wajib, misalnya SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) dan SWPJ (SumbanganWajib Perbaikan Jalan).
Jenis-Jenis Pajak
Menurut Golongannya
1) Pajak langsung
Pajak langsung adalah pajak yang bebannya harus dibayar oleh subjek pajak
atau wajib pajak, dan tidak dapat dipindahkan kepada pihak lain. Misalnya,
pajak penghasilan (PPh), pajak bumi dan bangunan (PBB), dan pajak kendaraan
bermotor (PKB)
2) Pajak tidak langsung
Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dilimpahkan kepada
pihak lain, misalnya pajak penjualan, pajak pertambahan nilai (PPn), bea balik
nama (BBN), dan cukai
Menurut Wewenang Pemungutannya
1) Pajak Negara atau Pusat
Pajak Negara atau Pajak Pusat adalah pajak yang wewenang pemungutannya
dilakukan oleh pemerintah pusat (Dirjen Pajak). Yang termasuk pajak pusat
adalah pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPn), dan pajak bumi
dan bangunan (PBB)
2) Pajak Daerah
Pajak Daerah adalah pajak yang wewenang pemungutannya dilakukan oleh
pemerintah daerah tingkat I dan tingkat II. Yang termasuk pajak daerah adalah
pajak pertunjukan, pajak reklame, dan pajak kendaraan bermotor (PKB).
Menurut Sifatnya
1) Pajak subjektif (bersifat perorangan)
Pajak subjektif adalah pajak yang pelaksanaannya memerhatikan kemampuan dan keadaan pribadi wajib pajak.
2) Pajak objektif (bersifat kebendaan)
Pajak objektif adalah pajak yang dalam pelaksanaannya tidak memerhatikan kemampuan dan keadaan wajib pajak. Pajak ini dipungut karena kejadian, perbuatan atau keadaan. Contoh: pajak tontonan, pajak restoran, perhotelan, dan cukai rokok. Ada beberapa jenis pajak yang harus dikenakan kepada keluargamu.
1. Pajak Penghasilan (PPh)
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 memuat tentang Pajak Penghasilan.
2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diatur melalui Undang-Undang No. 12 Tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan dan Keputusan Menteri Keuangan No. 201/KMK.04/2000. Ketentuan perhitungan pungutan Pajak Bumi dan Bangunan adalah 0,5% dari 20% nilai jual objek pajak.
»» Baca Selengkapnya..
periode sejarah indonesia
Diposting oleh Endang sahrini | 21.33 | 1 komentarLabel: materi kelas 7
Garis waktu sejarah Indonesia (Sejarah Nusantara)
Prasejarah
Kerajaan Hindu-Buddha
Kutai (abad ke-4)
Tarumanagara (358–669)
Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11)
Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9)
Kerajaan Medang (752–1045)
Kerajaan Sunda (932–1579)
Kediri (1045–1221)
Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14)
Singhasari (1222–1292)
Majapahit (1293–1500)
Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15)
Kerajaan Islam
Kesultanan Ternate (1257–sekarang)
Kerajaan Pagaruyung (1500-1825)
Kesultanan Malaka (1400–1511)
Kerajaan Inderapura (1500-1792)
Kesultanan Demak (1475–1548)
Kesultanan Aceh (1496–1903)
Kesultanan Banten (1527–1813)
Kesultanan Mataram (1588—1681)
Kesultanan Siak (1723-1945)
Kerajaan Kristen
Kerajaan Larantuka (1600-1904)
Kolonialisme bangsa Eropa
Portugis (1512–1850)
VOC (1602-1800)
Belanda (1800–1942)
Kemunculan Indonesia
Kebangkitan Nasional (1899-1942)
Pendudukan Jepang (1942–1945)
Revolusi nasional (1945–1950)
Indonesia Merdeka
Orde Lama (1950–1959)
Demokrasi Terpimpin (1959–1966)
Orde Baru (1966–1998)
Era Reformasi (1998–sekarang)
»» Baca Selengkapnya..
Prasejarah
Kerajaan Hindu-Buddha
Kutai (abad ke-4)
Tarumanagara (358–669)
Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11)
Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9)
Kerajaan Medang (752–1045)
Kerajaan Sunda (932–1579)
Kediri (1045–1221)
Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14)
Singhasari (1222–1292)
Majapahit (1293–1500)
Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15)
Kerajaan Islam
Kesultanan Ternate (1257–sekarang)
Kerajaan Pagaruyung (1500-1825)
Kesultanan Malaka (1400–1511)
Kerajaan Inderapura (1500-1792)
Kesultanan Demak (1475–1548)
Kesultanan Aceh (1496–1903)
Kesultanan Banten (1527–1813)
Kesultanan Mataram (1588—1681)
Kesultanan Siak (1723-1945)
Kerajaan Kristen
Kerajaan Larantuka (1600-1904)
Kolonialisme bangsa Eropa
Portugis (1512–1850)
VOC (1602-1800)
Belanda (1800–1942)
Kemunculan Indonesia
Kebangkitan Nasional (1899-1942)
Pendudukan Jepang (1942–1945)
Revolusi nasional (1945–1950)
Indonesia Merdeka
Orde Lama (1950–1959)
Demokrasi Terpimpin (1959–1966)
Orde Baru (1966–1998)
Era Reformasi (1998–sekarang)
UUD 1945
Diposting oleh Endang sahrini | 21.25 | 0 komentarLabel: materi kelas 8
UNDANG - UNDANG DASAR REPUBLIK INDONESIA 1945
Pembukaan
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan
inikemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
BAB I
BENTUK DAN KEDAULATAN
Pasal 1
(1) Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk Republik.
(2) Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat.
BAB II
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
Pasal 2
(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat,
ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, menurut aturan
yang ditetapkan dengan undang-undang.
(2) Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibukota
negara.
(3) Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara yang terbanyak.
Pasal 3
Majelis Permusyawaratan Rakyat menetapkan Undang-Undang Dasar dan garis-garis besar dari
ada haluan negara.
BAB III
KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA
Pasal 4
(1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang
Dasar.
(2) Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden.
Pasal 5
(1) Presiden memegang kekuasaan membentuk undang- undang dengan persetujuan Dewan
Perwakilan Rakyat.
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana
mestinya.
Pasal 6
(1) Presiden ialah orang Indonesia asli.
(2) Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan suara
yang terbanyak.
Pasal 7
Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat
dipilih kembali.
Pasal 8
Jika Presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya,
ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya.
Pasal 9
Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut:
Sumpah Presiden (Wakil Presiden):
"Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.
"Janji Presiden (WakilPresiden):
"Sayaberjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan seluruslurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa."
Pasal 10
Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Pasal 11
Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.
Pasal 12
Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya ditetapkan
dengan undang-undang.
Pasal 13
(1) Presiden mengangkat duta dan konsul.
(2) Presiden menerima duta negara lain.
Pasal 14
Presiden memberi grasi, amnesti, abolisi, dan rehabilitasi.
Pasal 15
Presiden memberi gelaran, tanda jasa ,dan lain-lain tanda kehormatan.
BAB IV
DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG
Pasal 16
(1) Susunan Dewan Pertimbangan Agung ditetapkan dengan undang-undang.
(2) Dewan ini berkewajiban memberi jawab atas pertanyaan Presiden dan berhak memajukan usul kepada pemerintah.
BAB V
KEMENTERIAN NEGARA
Pasal 17
(1) Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara.
(2) Menteri-menteri itu diangkat dan diperhentikan oleh Presiden.
(3) Menteri-menteri itu memimpin departemen pemerintahan.
BAB VI
PEMERINTAHAN DAERAH
Pasal 18
Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang, dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan
dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa.
BAB VII
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
Pasal 19
(1) Susunan Dewan Perwakilan Rakyat ditetapkan dengan undang-undang.
(2) Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.
Pasal 20
(1) Tiap-tiap undang-undang menghendaki persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.
(2) Jika sesuatu rancangan undang-undang tidak mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat, maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.
Pasal 21
(1) Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak memajukan rancangan undang-undang.
(2) Jika rancangan itu, meskipun disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat, tidak disyahkan oleh Presiden, maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.
Pasal 22
(1) Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang.
(2) Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan yang berikut.
(3) Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus dicabut.
BAB VIII
HAL KEUANGAN
Pasal 23
(1) Anggaran pendapatan dan belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan undang-undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah menjalankan anggaran tahun yang lalu.
(2) Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang.
(3) Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang.
(4) Hal keuangan negara selanjutnya diatur dengan undang-undang.
(5) Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan dengan undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
BAB IX
KEKUASAAN KEHAKIMAN
Pasal 24
(1) Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain badan kehakiman menurut undang-undang.
(2) Susunan dan kekuasaan badan kehakiman itu diatur dengan undang-undang.
Pasal 25
Syarat-syarat untuk menjadi dan diperhentikan sebagai hakim ditetapkan dengan undang-undang.
BAB X
WARGA NEGARA
Pasal 26
(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
(2) Syarat-syarat yang mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.
Pasal 27
(1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
BABXI
AGAMA
Pasal 29
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
BAB XII
PERTAHANAN NEGARA
Pasal 30
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.
(2) Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.
BAB XIII
PENDIDIKAN
Pasal 31
(1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.
(2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang.
Pasal 32
Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.
BAB XIV
KESEJAHTERAAN SOSIAL
Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Pasal 34
Fakir miskin dan anak-anakyang terlantar dipelihara oleh negara.
BAB XV
BENDERA DAN BAHASA
Pasal 35
Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.
Pasal 36
Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia.
BAB XVI
PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR
Pasal 37
(1) Untuk mengubah Undang-Undang Dasar sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat harus hadir.
(2) Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat yang hadir.
ATURAN PERALIHAN
Pasal 1
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada Pemerintah Indonesia .
Pasal II
Segala badan negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini.
Pasal III
Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Pasal IV
Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar ini, segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite nasional.
ATURAN PERTAMBAHAN
(1) Dalam enam bulan sesudah akhirnya peperangan Asia Timur Raya, Presiden Indonesia mengatur dan menyelenggarakan segala hal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar ini.
(2) Dalam enam bulan sesudah Majelis Permusyawaratan Rakyat dibentuk, Majelis itu bersidang untuk menetapkan Undang-Undang Dasar.
»» Baca Selengkapnya..
Pembukaan
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan
inikemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
BAB I
BENTUK DAN KEDAULATAN
Pasal 1
(1) Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk Republik.
(2) Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat.
BAB II
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
Pasal 2
(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat,
ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, menurut aturan
yang ditetapkan dengan undang-undang.
(2) Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibukota
negara.
(3) Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara yang terbanyak.
Pasal 3
Majelis Permusyawaratan Rakyat menetapkan Undang-Undang Dasar dan garis-garis besar dari
ada haluan negara.
BAB III
KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA
Pasal 4
(1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang
Dasar.
(2) Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden.
Pasal 5
(1) Presiden memegang kekuasaan membentuk undang- undang dengan persetujuan Dewan
Perwakilan Rakyat.
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana
mestinya.
Pasal 6
(1) Presiden ialah orang Indonesia asli.
(2) Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan suara
yang terbanyak.
Pasal 7
Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat
dipilih kembali.
Pasal 8
Jika Presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya,
ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya.
Pasal 9
Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut:
Sumpah Presiden (Wakil Presiden):
"Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.
"Janji Presiden (WakilPresiden):
"Sayaberjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan seluruslurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa."
Pasal 10
Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Pasal 11
Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.
Pasal 12
Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya ditetapkan
dengan undang-undang.
Pasal 13
(1) Presiden mengangkat duta dan konsul.
(2) Presiden menerima duta negara lain.
Pasal 14
Presiden memberi grasi, amnesti, abolisi, dan rehabilitasi.
Pasal 15
Presiden memberi gelaran, tanda jasa ,dan lain-lain tanda kehormatan.
BAB IV
DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG
Pasal 16
(1) Susunan Dewan Pertimbangan Agung ditetapkan dengan undang-undang.
(2) Dewan ini berkewajiban memberi jawab atas pertanyaan Presiden dan berhak memajukan usul kepada pemerintah.
BAB V
KEMENTERIAN NEGARA
Pasal 17
(1) Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara.
(2) Menteri-menteri itu diangkat dan diperhentikan oleh Presiden.
(3) Menteri-menteri itu memimpin departemen pemerintahan.
BAB VI
PEMERINTAHAN DAERAH
Pasal 18
Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang, dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan
dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa.
BAB VII
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
Pasal 19
(1) Susunan Dewan Perwakilan Rakyat ditetapkan dengan undang-undang.
(2) Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.
Pasal 20
(1) Tiap-tiap undang-undang menghendaki persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.
(2) Jika sesuatu rancangan undang-undang tidak mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat, maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.
Pasal 21
(1) Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak memajukan rancangan undang-undang.
(2) Jika rancangan itu, meskipun disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat, tidak disyahkan oleh Presiden, maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.
Pasal 22
(1) Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang.
(2) Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan yang berikut.
(3) Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus dicabut.
BAB VIII
HAL KEUANGAN
Pasal 23
(1) Anggaran pendapatan dan belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan undang-undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah menjalankan anggaran tahun yang lalu.
(2) Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang.
(3) Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang.
(4) Hal keuangan negara selanjutnya diatur dengan undang-undang.
(5) Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan dengan undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
BAB IX
KEKUASAAN KEHAKIMAN
Pasal 24
(1) Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain badan kehakiman menurut undang-undang.
(2) Susunan dan kekuasaan badan kehakiman itu diatur dengan undang-undang.
Pasal 25
Syarat-syarat untuk menjadi dan diperhentikan sebagai hakim ditetapkan dengan undang-undang.
BAB X
WARGA NEGARA
Pasal 26
(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
(2) Syarat-syarat yang mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.
Pasal 27
(1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
BABXI
AGAMA
Pasal 29
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
BAB XII
PERTAHANAN NEGARA
Pasal 30
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.
(2) Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.
BAB XIII
PENDIDIKAN
Pasal 31
(1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.
(2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang.
Pasal 32
Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.
BAB XIV
KESEJAHTERAAN SOSIAL
Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Pasal 34
Fakir miskin dan anak-anakyang terlantar dipelihara oleh negara.
BAB XV
BENDERA DAN BAHASA
Pasal 35
Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.
Pasal 36
Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia.
BAB XVI
PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR
Pasal 37
(1) Untuk mengubah Undang-Undang Dasar sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat harus hadir.
(2) Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat yang hadir.
ATURAN PERALIHAN
Pasal 1
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada Pemerintah Indonesia .
Pasal II
Segala badan negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini.
Pasal III
Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Pasal IV
Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar ini, segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite nasional.
ATURAN PERTAMBAHAN
(1) Dalam enam bulan sesudah akhirnya peperangan Asia Timur Raya, Presiden Indonesia mengatur dan menyelenggarakan segala hal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar ini.
(2) Dalam enam bulan sesudah Majelis Permusyawaratan Rakyat dibentuk, Majelis itu bersidang untuk menetapkan Undang-Undang Dasar.
sistem ekonomi
Diposting oleh Endang sahrini | 23.05 | 0 komentarLabel: materi kelas 8
Sistem Perekonomian Indonesia dan Pelaku-Pelaku Ekonomi
Pengertian Sistem Ekonomi
Apakah sistem ekonomi itu? Sistem ekonomi adalah strategi suatu negara
mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran.
Sistem ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara bertujuan untuk menjawab
masalah-masalah pokok ekonomi yaitu:
a. barang dan jasa apa yang akan diproduksi,
b. bagaimana cara memproduksi, dan
c. untuk siapa barang dan jasa diproduksi.
Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor,baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Faktor internal yang memengaruhi sistem ekonomi suatu negara adalah sebagai
berikut ini.
a. Falsafah dan ideologi yang dianutnya.
b. Sistem pemerintahan.
c. Sistem politik suatu negara.
Adapun faktor-faktor eksternal yang memengaruhi sistem ekonomi antara lain
sebagai berikut.
a. Pengaruh sistem ekonomi yang dianut negara lain.
b. Pengaruh politik dunia internasional.
c. Pengaruh sosial budaya luar negeri.
Macam-Macam Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi ada bermacam-macam yaitu: (a) sistem ekonomi tradisional,
(b) sistem ekonomi liberal (kapital), (c) sistem ekonomi komando (etatisme), dan (d)
sistem ekonomi campuran.
a. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang bertujuan
mempertahankan tradisi yang terjadi turun temurun. Kegiatan produksi,distribusi,
dan konsumsi dilakukan secara tradisional.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut.
1) Kegiatan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
2) Alat yang digunakan dalam proses produksi masih sederhana.
3) Masyarakat sulit menerima perubahan karena terikat dengan tradisi.
4) Modal masih terbatas.
b. Sistem Ekonomi Liberal/Kapitalis
Sistem ekonomi liberal/kapitalis atau yang sering disebut dengan sistem ekonomi
pasar (market system/price system) atau juga disebut free fight liberalism adalah suatu
penerapan kehidupan ekonomi yang bebas, di mana warga negara diberi kebebasan
untuk menentukan kegiatan ekonominya. Dalam sistem ekonomi liberal seluruh
sumber daya yang tersedia, dimiliki dan dikuasai oleh anggota masyarakat untuk
dikembangkan secara bebas. Pemerintah sama sekali tidak ikut campur tangan dalam
kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat.
Sistem ekonomi liberal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Setiap individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi.
2. Kegiatan ekonomi di semua sektor dilakukan oleh swasta.
3. Terdapat persaingan bebas antarpengusaha.
4. Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi.
5. Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.
Sistem ekonomi liberal mempunyai kebaikan sebagai berikut.
1. Setiap individu bebas mengatur perekonomiannya.
2. Produksi didasarkan atas kebutuhan masyarakat.
3. Adanya persaingan usaha mendorong kemajuan berusaha.
4. Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi.
Adapun keburukan sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut.
1. Menimbulkan penindasan terhadap manusia lain.
2. Pengusaha yang bermodal kecil akan semakin tersisih.
3. Menimbulkan monopoli sehingga merugikan masyarakat.
4. Dapat menciptakan kesenjangan antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin.
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal/kapitalis misalnya
Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis.
c. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi terpusat atau disebut juga sistem perencanaan sentral adalah
sistem ekonomi yang pengaturan kegiatan perekonomian direncanakan pemerintah,
Semua aktivitas, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasannya dilakukan oleh
pemerintah pusat.
Sistem ekonomi terpusat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Kegiatan perekonomian diatur dan dikuasai oleh pemerintah.
2. Kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
3. Semua alat dan sumber produksi dikuasai oleh negara.
4. Hak milik perorangan tidak diakui.
5. Jenis-jenis pekerjaan dalam suatu negara serta pembagian kerja diatur oleh pemerintah.
Sistem ekonomi terpusat mempunyai kebaikan sebagai berikut :
1. Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perekonomian.
2. Persaingan antarunit-unit ekonomi hampir tidak ada.
3. Kemakmuran masyarakat terjamin.
4. Tidak ada kesenjangan antaranggota masyarakat.
Adapun sistem ekonomi terpusat mempunyai keburukan sebagai berikut.
1. Hak milik perseorangan tidak diakui.
2. Potensi, inisiatif, dan kreasi warga masyarakat tidak mendapat tempat dan tidakdihargai.
3. Pada umumnya kemajuan ekonominya lambat.
4. Harga diatur oleh pemerintah dan sering tak berubah dalam jangka waktu yang
lama.
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi terpusat/ sosialis, misalnya Rusia
dan Republik Rakyat Cina.
d. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran mengkombinasikan sistem-sistem ekonomi yang
ada, khususnya mengambil segi positif dari sistem ekonomi liberal dan sistem
ekonomi terpusat. Dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah dan masyarakat
atau swasta mempunyai tanggung jawab bersama dalam merumuskan pola
perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut.
1. Kegiatan ekonomi melibatkan pemerintah dan masyarakat atau swasta.
2. Harga tidak semata-mata ditentukan oleh mekanisme pasar, tetapi pemerintah juga ikut campur menentukan.
3. Kemungkinan terjadinya monopoli sangat kecil.
4. Kesempatan kerja penuh.
Sistem Ekonomi di Indonesia
Menurut Emil Salim sebagaimana dikutip oleh Mubyarto dalam bukunya
Membangun Sistem Ekonomi, dari tahun 1930 sampai dengan tahun 1993, penerapan
sistem ekonomi di Indonesia adalah sebagai berikut.
Sistem Ekonomi Indonesia diatur dalam UUD 1945 Pembangunan ekonomi
harus selalu mengarah kepada mantapnya sistem ekonomi nasional berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.
Adapun ciri-ciri positif demokrasi ekonomi adalah sebagai berikut.
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, sebagai pokokpokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesarbesarnya untuk kemakmuran rakyat.
4. Sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga perwakilan rakyat dan pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga perwakilan rakyat.
5. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
6. Hak milik perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8. Fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.
Dalam demokrasi ekonomi yang berdasarkan Pancasila harus dihindari ciriciri
negatif sebagai berikut:
1. Sistem free fight liberalism (sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan).
2. Sistem terpusat, yang dapat mematikan potensi, kreasi, dan inisiatif warga
masyarakat.
3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli
yang merugikan masyarakat.
Ada beberapa hal yang perlu diingat tentang sistem ekonomi Indonesia yang
sering disebut dengan ekonomi Pancasila atau ekonomi kerakyatan yang mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut.
1. Peranan negara penting tetapi tidak dominan dan dicegah tumbuhnya sistem
komando. Peranan swasta juga penting, tetapi tidak dominan, dan dicegah
tumbuhnya sistem liberal. Dalam sistem ekonomi Pancasila usaha negara dan swasta tumbuh berdampingan secara berimbang.
2. Perekonomian tidak didominasi oleh modal dan buruh, melainkan berdasarkanata s asas kekeluargaan.
3. Masyarakat memegang peranan penting karena produksi dikerjakan oleh
masyarakat untuk masyarakat di bawah pimpinan dan pengawasan anggota
masyarakat.
4. Negara menguasai bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.
Tugas
Untuk memmperluas wawasan kebangsaan kamu, buatlah kelompok yang terdiri atas 5 siswa
(usahakan ada yang berlainan agama, jenis kelamin, dan suku). Diskusikan dalam kelompokmu:
1. Macam-macam sistem ekonomi yang ada di dunia.
2. Kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem ekonomi.
3. Sistem ekonomi di Indonesia.
Presentasikan hasil diskusi kalian bersama Bapak/Ibu Guru.
»» Baca Selengkapnya..
Pengertian Sistem Ekonomi
Apakah sistem ekonomi itu? Sistem ekonomi adalah strategi suatu negara
mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran.
Sistem ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara bertujuan untuk menjawab
masalah-masalah pokok ekonomi yaitu:
a. barang dan jasa apa yang akan diproduksi,
b. bagaimana cara memproduksi, dan
c. untuk siapa barang dan jasa diproduksi.
Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor,baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Faktor internal yang memengaruhi sistem ekonomi suatu negara adalah sebagai
berikut ini.
a. Falsafah dan ideologi yang dianutnya.
b. Sistem pemerintahan.
c. Sistem politik suatu negara.
Adapun faktor-faktor eksternal yang memengaruhi sistem ekonomi antara lain
sebagai berikut.
a. Pengaruh sistem ekonomi yang dianut negara lain.
b. Pengaruh politik dunia internasional.
c. Pengaruh sosial budaya luar negeri.
Macam-Macam Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi ada bermacam-macam yaitu: (a) sistem ekonomi tradisional,
(b) sistem ekonomi liberal (kapital), (c) sistem ekonomi komando (etatisme), dan (d)
sistem ekonomi campuran.
a. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang bertujuan
mempertahankan tradisi yang terjadi turun temurun. Kegiatan produksi,distribusi,
dan konsumsi dilakukan secara tradisional.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut.
1) Kegiatan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
2) Alat yang digunakan dalam proses produksi masih sederhana.
3) Masyarakat sulit menerima perubahan karena terikat dengan tradisi.
4) Modal masih terbatas.
b. Sistem Ekonomi Liberal/Kapitalis
Sistem ekonomi liberal/kapitalis atau yang sering disebut dengan sistem ekonomi
pasar (market system/price system) atau juga disebut free fight liberalism adalah suatu
penerapan kehidupan ekonomi yang bebas, di mana warga negara diberi kebebasan
untuk menentukan kegiatan ekonominya. Dalam sistem ekonomi liberal seluruh
sumber daya yang tersedia, dimiliki dan dikuasai oleh anggota masyarakat untuk
dikembangkan secara bebas. Pemerintah sama sekali tidak ikut campur tangan dalam
kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat.
Sistem ekonomi liberal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Setiap individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi.
2. Kegiatan ekonomi di semua sektor dilakukan oleh swasta.
3. Terdapat persaingan bebas antarpengusaha.
4. Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi.
5. Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.
Sistem ekonomi liberal mempunyai kebaikan sebagai berikut.
1. Setiap individu bebas mengatur perekonomiannya.
2. Produksi didasarkan atas kebutuhan masyarakat.
3. Adanya persaingan usaha mendorong kemajuan berusaha.
4. Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi.
Adapun keburukan sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut.
1. Menimbulkan penindasan terhadap manusia lain.
2. Pengusaha yang bermodal kecil akan semakin tersisih.
3. Menimbulkan monopoli sehingga merugikan masyarakat.
4. Dapat menciptakan kesenjangan antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin.
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal/kapitalis misalnya
Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis.
c. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi terpusat atau disebut juga sistem perencanaan sentral adalah
sistem ekonomi yang pengaturan kegiatan perekonomian direncanakan pemerintah,
Semua aktivitas, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasannya dilakukan oleh
pemerintah pusat.
Sistem ekonomi terpusat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Kegiatan perekonomian diatur dan dikuasai oleh pemerintah.
2. Kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
3. Semua alat dan sumber produksi dikuasai oleh negara.
4. Hak milik perorangan tidak diakui.
5. Jenis-jenis pekerjaan dalam suatu negara serta pembagian kerja diatur oleh pemerintah.
Sistem ekonomi terpusat mempunyai kebaikan sebagai berikut :
1. Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perekonomian.
2. Persaingan antarunit-unit ekonomi hampir tidak ada.
3. Kemakmuran masyarakat terjamin.
4. Tidak ada kesenjangan antaranggota masyarakat.
Adapun sistem ekonomi terpusat mempunyai keburukan sebagai berikut.
1. Hak milik perseorangan tidak diakui.
2. Potensi, inisiatif, dan kreasi warga masyarakat tidak mendapat tempat dan tidakdihargai.
3. Pada umumnya kemajuan ekonominya lambat.
4. Harga diatur oleh pemerintah dan sering tak berubah dalam jangka waktu yang
lama.
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi terpusat/ sosialis, misalnya Rusia
dan Republik Rakyat Cina.
d. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran mengkombinasikan sistem-sistem ekonomi yang
ada, khususnya mengambil segi positif dari sistem ekonomi liberal dan sistem
ekonomi terpusat. Dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah dan masyarakat
atau swasta mempunyai tanggung jawab bersama dalam merumuskan pola
perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut.
1. Kegiatan ekonomi melibatkan pemerintah dan masyarakat atau swasta.
2. Harga tidak semata-mata ditentukan oleh mekanisme pasar, tetapi pemerintah juga ikut campur menentukan.
3. Kemungkinan terjadinya monopoli sangat kecil.
4. Kesempatan kerja penuh.
Sistem Ekonomi di Indonesia
Menurut Emil Salim sebagaimana dikutip oleh Mubyarto dalam bukunya
Membangun Sistem Ekonomi, dari tahun 1930 sampai dengan tahun 1993, penerapan
sistem ekonomi di Indonesia adalah sebagai berikut.
Sistem Ekonomi Indonesia diatur dalam UUD 1945 Pembangunan ekonomi
harus selalu mengarah kepada mantapnya sistem ekonomi nasional berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.
Adapun ciri-ciri positif demokrasi ekonomi adalah sebagai berikut.
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, sebagai pokokpokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesarbesarnya untuk kemakmuran rakyat.
4. Sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga perwakilan rakyat dan pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga perwakilan rakyat.
5. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
6. Hak milik perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8. Fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.
Dalam demokrasi ekonomi yang berdasarkan Pancasila harus dihindari ciriciri
negatif sebagai berikut:
1. Sistem free fight liberalism (sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan).
2. Sistem terpusat, yang dapat mematikan potensi, kreasi, dan inisiatif warga
masyarakat.
3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli
yang merugikan masyarakat.
Ada beberapa hal yang perlu diingat tentang sistem ekonomi Indonesia yang
sering disebut dengan ekonomi Pancasila atau ekonomi kerakyatan yang mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut.
1. Peranan negara penting tetapi tidak dominan dan dicegah tumbuhnya sistem
komando. Peranan swasta juga penting, tetapi tidak dominan, dan dicegah
tumbuhnya sistem liberal. Dalam sistem ekonomi Pancasila usaha negara dan swasta tumbuh berdampingan secara berimbang.
2. Perekonomian tidak didominasi oleh modal dan buruh, melainkan berdasarkanata s asas kekeluargaan.
3. Masyarakat memegang peranan penting karena produksi dikerjakan oleh
masyarakat untuk masyarakat di bawah pimpinan dan pengawasan anggota
masyarakat.
4. Negara menguasai bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.
Tugas
Untuk memmperluas wawasan kebangsaan kamu, buatlah kelompok yang terdiri atas 5 siswa
(usahakan ada yang berlainan agama, jenis kelamin, dan suku). Diskusikan dalam kelompokmu:
1. Macam-macam sistem ekonomi yang ada di dunia.
2. Kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem ekonomi.
3. Sistem ekonomi di Indonesia.
Presentasikan hasil diskusi kalian bersama Bapak/Ibu Guru.
peristiwa pra kemerdekaan RI (uji kompetensi)
Diposting oleh Endang sahrini | 22.03 | 0 komentarLabel: naskah soal
Uji kompetensi kls 8 : Peristiwa Seputar Kemerdekaan Indonesia
1. Kapan terbentuknya BPUPKI serta tujuan pembentukkannya !
2. Kapan terbentuknya PPKI serta tujuan pembentukkannya !
3. Tuliskan kronologi peristiwa proklamasi kemerdekaan RI mulai tgl 15 agust us 1945!
4. Tuliskan peranan PPKI dalam proses persiapan kemerdekaan RI !
5. Sebutkan kelengkapan pemerintahan Indonesia pasca kemerdekaan !
6. Sebutkan sarana penyebaran berita proklamasi ke seluruh tanah air!
KUNCI JAWABAN
1. Kapan terbentuknya BPUPKI serta tujuan pembentukkannya !
tanggal 1 Maret 1945 diumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dalam bahasa Jepangnya Dokuritsu Junbi Cosakai dan tujuan dibentuknya BPUPKI adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut pembentukan negara Indonesia Merdeka.
2. Kapan terbentuknya PPKI serta tujuan pembentukkannya !
tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan sebagai gantinya adalah dibentuknya Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang bahasa Jepangnya adalah Dokuritsu Junbi Inkai danTugas PPKI adalah mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia.
3. Tuliskan kronologi peristiwa proklamasi kemerdekaan RI mulai tgl 15 agust us 1945!
• 15 Agustus 1945 : Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu, berita kekalahan yang disembunyikan itu tersiar melalui radio DOMEI. Golongan Muda yang mendengar pidato Hirohito dari radio DOMEI adalah Sutan Syahrir. Penyerahan Jepang dilakukan di atas kapal MISSOURI yang sedang berlabuh di Teluk Tokyo, 2 September 1945. Terjadinya Vacum of Power di Indonesia.
• 16 Agustus 1945 : Terjadi peristiwa Rengasdengklok.
• 17 Agustus 1945 : Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Penyebarluasan berita Proklamasi.
4. Tuliskan peranan PPKI dalam proses persiapan kemerdekaan RI !
mensahkan rumusan Pancasila Dasar Negara yang otentik tanggal 18 Agustus 1945 besert pembukaana dan batang tubuh undang-undang Dasar 1945
5. Sebutkan kelengkapan pemerintahan Indonesia pasca kemerdekaan !
Yaitu berdasarkan hasil sidang PPKI
Sidang Pertama, yang berlangsung tanggal 18 Agustus 1945 menghasilkan keputusan sebagai berikut:
1. Mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Undang-Undang Dasar 1945.
2. Pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama.
3. Sebelum terbentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat, pekerjaan presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Komite Nasional.
Sidang Kedua, yang berlangsung tanggal 19 Agustus 1945 menghasilkan keputusan sebagai berikut:
1. Pembagian wilayah menjadi 8 provinsi.
2. Pembentukan Komite Nasional lndonesia Pusat dan Daerah
3. Pembentukan Departemen/Kementerian
Sidang Ketiga,yang berlangsung tanggal 22 Agustus 1945 menghasilkan keputusan sebagai berikut :
1. Pembentukan Komite Nasional.
2. Pembentukan Partai Nasional lndonesia.
3. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat.
6. Sebutkan sarana penyebaran berita proklamasi ke seluruh tanah air!
Penyebarluasan berita itu dilakukan melalui sarana-sarana berikut :
a. Kantor Berita “Domei” Pada tanggal 17 Agustus 1945 sekitar puku1 18.30 WIB. wartawan Kantor Berita Domei (Sekarang Kantor BeritaAntara) Syahrudin menyampaikan salinan teks proklamasi kepada Waidan B. Panelewen. Ia segera memerintahkan kepada Markonis (petugas telekomunikasi) F. Wuz untuk menyiarkan
berita tersebut tiga kali berturut-turut. Ketika Kantor Berita Domei disegel Jepang pada tanggal 20 Agustus 1945 para pemuda tersebut membuat pemancar baru di Menteng 31
dengan kode panggilan DJK 1. Tokoh yang berperan antara lain: Sutamto, Susilaharja, dan Suhandar.
b. Radio Pada tanggal 17 Agustus 1945, Syahrudin berhasil memasuki ruang siaran radio Hoso Kanri Kyoku (sekarang RRI). Tepat puku1 19.00 teks proklamasi berhasil disiarkan, M. Yusuf Ronodipuro, Bachtiar Lubis, dan Suprapto adalah tokohtokoh yang berperan besar dalam menyiarkan berita proklamasi tersebut.
c. Kawat Telepon Adam Malik yang waktu itu sebagai wartawan menyampaikan teks proklamasi melalui telepon kepada Asa Bafaqih yang kemudian diteruskan kepada Penghulu Lubis untuk mendapatkan pengesahan lolos sensor. Selanjutnya dikawatkan ke daerah-daerah.
d. Surat Kabar (Pers) Harian “Suara Asia” di Surabaya adalah koran pertama
yang menyiarkan berita proklamasi. Para pemuda yang berjuang lewat pers, antara lain B.M. Diah, Sukarjo Wiryo Pranoto, Iwa Kusuma Sumantri, Ki Hajar Dewantoro, Otto
Iskandardinata, GS.S.J. Ratulangi, Adam Malik, Sayuti Melik, Sutan Syahrir, Madikin Wonohito, Sumanang SH, Manai Sophian, dan Ali Hasyim.
e. Anggota PPKI dari Daerah Berita proklamasi secara resmi dibawa dan disebarluaskan keluar pulau Jawa melalui para anggota PPKI yang berasal dari daerah yang kebetulan menyaksikan peristiwa proklamasi dan menghadiri sidang PPKI. Anggota tersebut antara lain: Teuku Muhammad Hasan (Sumatera), Sam Ratulangi (Sulawesi), Ketut Puja (Nusa Tenggara), dan AA Hamidhan (Kalimantan).
f. Sarana Lain Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui pemasangan pamflet, poster, dan coretan pada tembok-tembok dan gerbong-gerbong kereta api.
»» Baca Selengkapnya..
1. Kapan terbentuknya BPUPKI serta tujuan pembentukkannya !
2. Kapan terbentuknya PPKI serta tujuan pembentukkannya !
3. Tuliskan kronologi peristiwa proklamasi kemerdekaan RI mulai tgl 15 agust us 1945!
4. Tuliskan peranan PPKI dalam proses persiapan kemerdekaan RI !
5. Sebutkan kelengkapan pemerintahan Indonesia pasca kemerdekaan !
6. Sebutkan sarana penyebaran berita proklamasi ke seluruh tanah air!
KUNCI JAWABAN
1. Kapan terbentuknya BPUPKI serta tujuan pembentukkannya !
tanggal 1 Maret 1945 diumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dalam bahasa Jepangnya Dokuritsu Junbi Cosakai dan tujuan dibentuknya BPUPKI adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut pembentukan negara Indonesia Merdeka.
2. Kapan terbentuknya PPKI serta tujuan pembentukkannya !
tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan sebagai gantinya adalah dibentuknya Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang bahasa Jepangnya adalah Dokuritsu Junbi Inkai danTugas PPKI adalah mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia.
3. Tuliskan kronologi peristiwa proklamasi kemerdekaan RI mulai tgl 15 agust us 1945!
• 15 Agustus 1945 : Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu, berita kekalahan yang disembunyikan itu tersiar melalui radio DOMEI. Golongan Muda yang mendengar pidato Hirohito dari radio DOMEI adalah Sutan Syahrir. Penyerahan Jepang dilakukan di atas kapal MISSOURI yang sedang berlabuh di Teluk Tokyo, 2 September 1945. Terjadinya Vacum of Power di Indonesia.
• 16 Agustus 1945 : Terjadi peristiwa Rengasdengklok.
• 17 Agustus 1945 : Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Penyebarluasan berita Proklamasi.
4. Tuliskan peranan PPKI dalam proses persiapan kemerdekaan RI !
mensahkan rumusan Pancasila Dasar Negara yang otentik tanggal 18 Agustus 1945 besert pembukaana dan batang tubuh undang-undang Dasar 1945
5. Sebutkan kelengkapan pemerintahan Indonesia pasca kemerdekaan !
Yaitu berdasarkan hasil sidang PPKI
Sidang Pertama, yang berlangsung tanggal 18 Agustus 1945 menghasilkan keputusan sebagai berikut:
1. Mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Undang-Undang Dasar 1945.
2. Pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama.
3. Sebelum terbentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat, pekerjaan presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Komite Nasional.
Sidang Kedua, yang berlangsung tanggal 19 Agustus 1945 menghasilkan keputusan sebagai berikut:
1. Pembagian wilayah menjadi 8 provinsi.
2. Pembentukan Komite Nasional lndonesia Pusat dan Daerah
3. Pembentukan Departemen/Kementerian
Sidang Ketiga,yang berlangsung tanggal 22 Agustus 1945 menghasilkan keputusan sebagai berikut :
1. Pembentukan Komite Nasional.
2. Pembentukan Partai Nasional lndonesia.
3. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat.
6. Sebutkan sarana penyebaran berita proklamasi ke seluruh tanah air!
Penyebarluasan berita itu dilakukan melalui sarana-sarana berikut :
a. Kantor Berita “Domei” Pada tanggal 17 Agustus 1945 sekitar puku1 18.30 WIB. wartawan Kantor Berita Domei (Sekarang Kantor BeritaAntara) Syahrudin menyampaikan salinan teks proklamasi kepada Waidan B. Panelewen. Ia segera memerintahkan kepada Markonis (petugas telekomunikasi) F. Wuz untuk menyiarkan
berita tersebut tiga kali berturut-turut. Ketika Kantor Berita Domei disegel Jepang pada tanggal 20 Agustus 1945 para pemuda tersebut membuat pemancar baru di Menteng 31
dengan kode panggilan DJK 1. Tokoh yang berperan antara lain: Sutamto, Susilaharja, dan Suhandar.
b. Radio Pada tanggal 17 Agustus 1945, Syahrudin berhasil memasuki ruang siaran radio Hoso Kanri Kyoku (sekarang RRI). Tepat puku1 19.00 teks proklamasi berhasil disiarkan, M. Yusuf Ronodipuro, Bachtiar Lubis, dan Suprapto adalah tokohtokoh yang berperan besar dalam menyiarkan berita proklamasi tersebut.
c. Kawat Telepon Adam Malik yang waktu itu sebagai wartawan menyampaikan teks proklamasi melalui telepon kepada Asa Bafaqih yang kemudian diteruskan kepada Penghulu Lubis untuk mendapatkan pengesahan lolos sensor. Selanjutnya dikawatkan ke daerah-daerah.
d. Surat Kabar (Pers) Harian “Suara Asia” di Surabaya adalah koran pertama
yang menyiarkan berita proklamasi. Para pemuda yang berjuang lewat pers, antara lain B.M. Diah, Sukarjo Wiryo Pranoto, Iwa Kusuma Sumantri, Ki Hajar Dewantoro, Otto
Iskandardinata, GS.S.J. Ratulangi, Adam Malik, Sayuti Melik, Sutan Syahrir, Madikin Wonohito, Sumanang SH, Manai Sophian, dan Ali Hasyim.
e. Anggota PPKI dari Daerah Berita proklamasi secara resmi dibawa dan disebarluaskan keluar pulau Jawa melalui para anggota PPKI yang berasal dari daerah yang kebetulan menyaksikan peristiwa proklamasi dan menghadiri sidang PPKI. Anggota tersebut antara lain: Teuku Muhammad Hasan (Sumatera), Sam Ratulangi (Sulawesi), Ketut Puja (Nusa Tenggara), dan AA Hamidhan (Kalimantan).
f. Sarana Lain Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui pemasangan pamflet, poster, dan coretan pada tembok-tembok dan gerbong-gerbong kereta api.
Langganan:
Postingan (Atom)
