Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

| |

PENINGGALAN-PENINGGALAN SEJARAH YANG BERCORAK HINDU-BUDHA
(Pertemuan ke 3)
Pada masa kerajaan Hindu-Budha di Nusantara, banyak
meninggalkan sumber sejarah, baik berupa bangunan kuno (seni
bangun), prasasti, hasil kesusastraan. Berikut beberapa peninggalan
sejarah yang bercorak Hindu- Budha.
a. Seni bangun
Peninggalan-peninggalan sejarah ada beberapa jenisnya,
seperti komplek percandian, pemandian, keraton, makam.
Candi adalah peninggalan berupa komplek bangunan yang
bersifat Hindu, sedangkan yang bersifat Budhis disebut Stupa,
Stupika. Diantara candi-candi Hindu, di Jawa Tengah terdapat
Candi Prambanan.
Candi Prambanan merupakan peninggalan yang bersifat
Hindu yang didirikan abad ke VIII M. Candi ini terletak di
desa Prambanan Sleman, Jogjakarta. Candi ini adalah candi
Hindu. Fungsinya adalah sebagai tempat pemujaan (kuil).
Candi ini terdiri dari Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi
Wisnu. Bangunan candi yang tertinggi adalah yang di tengah
yang bersifat Siwa. Pada ruangan candi kita menemukan arca
Durga Mahisasuramardini. Arca ini juga dikenal juga dengan
nama Roro Jongrang. Pada dinding candi Prambanan terdapat
relief yang menggambarkan cerita Ramayana. Selain candi
Prambanan di Jawa Tengah masih terdapat candi Hindu di
Jawa Tengah seperti candi Gedong Sango, percandian Dieng,
Ratu Baka, Candi Kalasan dan sebagainya. Di Jawa Timur
terdapat candi Singasari, candi Kidal, Candi Panataran, dan
kompleks percandian di Trowulan Mojokerto.
Disamping candi Hindu, juga terdapat banyak peninggalan
yang bersifat Budhis. Pada masa kerajaan Sriwijaya ditemukan
candi Muara takus di daerah Jambi. Di Jawa Tengah ada Stupa
Borobudur, candi Mendut dan candi Pawon. Bangunanbangunan
ini berfungsi sebagai tempat ibadah. Sampai sekarang
peninggalan-peninggalan tersebut masih dipergunakan oleh
umat Budha untuk pelaksanaan upacara memperingati hari
Waisak.
Peninggalan-peninggalan sejarah ada beberapa jenisnya,
seperti komplek percandian, pemandian, keraton, makam.
Candi adalah peninggalan berupa komplek bangunan yang
bersifat Hindu, sedangkan yang bersifat Budhis disebut Stupa,
Stupika. Candi Prambanan merupakan peninggalan yang
bersifat Hindu sedangkan Stupa Borobudur bersifat Budha.
Kedua monumen tersebut terletak di Jawa Tengah.
Di samping ke dua bangunan bersejarah tersebut, berikut
beberapa peninggalan sejarah dari masa Hindu dan Budha
yang pernah diketemukan seperti yang tertera dalam tabel
berikut:
Nama Kerajaan/Daerah Temuan     Benda Peninggalan

Kerajaan Kutai

Kerajaan Tarumanegara




Kerajaan Sriwijaya

Mataram Hindu di Jawa tengah



Kerajaan Hindu di Jawa Timur

    – Yupa sebanyak 7 buah

– Prasasti Tugu
– Prasasti Ciaruteun
– Muara Cianten
– Stupa Muara Takus

Candi Prambanan, Candi Sari,
Candi Kalasan,

Candi Sewo, Candi Gedong, SangaKomplek,
DiengCandi, PalosanKomplek Ratu Baka,
Candi menut, Candi Pawon, Stupa Borobudur,
Candi Sari
Prasasti Calcutta, Prasasti Dinoyo,
Parasasti Gunung Butak, Patirtan Jolotundo,
Patirtan Candi Belahan, Candi Gunung
Gangsir, Candi Singasari, Candi Kidal, Candi Jago,
Candi Waringin Lawang, Candi Panataran, Candi
Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Tegawangi,
Candi Surawana, Candi Sukuh, Candi Ceta

b. Seni Rupa dan Seni Ukir.
Pengaruh India membawa perkembangan dalam bidang
seni rupa dan seni ukir atau pahat. Hal ini disebabkan
adanya akulturasi. Misalnya relief yang dipahatkan pada
dinding candi Borobudur yang merupakan relief tentang
riwayat Sang Budha. Relief ini dikenal dengan Karma
Wibangga yang dipahatkan dalam salah satu dinding
Studa Borobudur.
c. Seni Sastra dan Aksara
Hasil sastra berbentuk prosa atau puisi : isinya antara
lain tentang tutur (pitutur : kitab keagamaan), wiracarita
(kepahlawanan), kitab Hukum (Undang-Undang).
Wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu Kitab Ramayana
dan Mahabarata. Timbul wiracarita gubahan pujangga
Indonesia. Misalnya, Kitab Baratayuda yang digubah oleh
Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
Perkembangan aksara, perkembangan huruf Pallawa
dari India ke Indonesia, mengakibatkan berkembangnya
karya-karya sastra. Misal, karya-karya sastra Jawa kuno.
Huruf Nagari (dari India) disertai huruf Bali kuno (dari
Indonesia).
d. Sistem Kemasyarakatan.
Sistem kasta merupakan penggolongan masyarakat
berdasarkan tingkat atau derajad orang yang bersangkutan.
Setiap orang sudah ditentukan kastanya. Sistem kasta ini
muncul dalam masyarakat Indonesia setelah ada hubungan
dengan India. Terdapat empat kasta yaitu kasta Brahmana,
Ksatria, Weisya dan Sudra. Sistem kasta ini bukan asli
Indonesia.
e. Filsafat dan Sistem Kepercayaan.
Kepercayaan asli bangsa Indonesia adalah animisme
dan dinamisme. percaya adanya kehidupan sesudah mati,
yakni sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki
kekuatan maka roh nenek moyang dipuja.
Masuknya pengaruh India tidak menyebabkan
pemujaan terhadap roh nenek moyang hilang. Hal ini
dapat dilihat pada fungsi candi. Fungsi candi di India
sebagai tempat pemujaan. Di Indonesia, selain sebagai
tempat pemujaan, candi juga berfungsi sebagai makam raja
dan untuk menyimpan abu jenazah raja yang telah wafat.
Dapat terlihat adanya pripih tempat untuk menyimpan
abu jenazah, dan diatasnya didirikan patung raja dalam
bentuk mirip dewa. Hal tersebut merupakan perpaduan
antara fungsi candi di India dengan pemujaan roh nenek
moyang di Indonesia.
f. Sistem Pemerintahan
Pengaruh India di Indonesia dalam sistem pemerintahan,
adalah adanya sistem pemerintahan secara sederhana.
Setelah pengaruh India masuk, kedudukan pemimpin
tersebut diubah menjadi raja serta wilayahnya disebut
kerajaan. Rajanya dinobatkan dengan melalui upacara
Abhiseka, biasanya namanya ditambah “warman”. Contoh:
di Kerajaan Kutai, Taruma dan sebagainya.
Bukti akulturasi di bidang pemerintahan, misalnya : raja
harus berwibawa dan dipandang punya kesaktian (kekuatan
gaib), seperti para Raja disembah menunjukkan adanya
pemujaan Dewa Raja.

1 komentar:

Fuadi mengatakan...

makasi infonya

Poskan Komentar