flora dan fauna

| |

Flora

Yaitu semua jenis tumbuh-tumbuhan yang ada di dunia ini termasuk dalam pembahasan flora, atau dengan kata lain flora merupakan dunia tumbuh-tumbuhan. Ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan disebut botani.

Persebaran Flora di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang mempunyai berbagai macam jenis flora atau tumbuh-tumbuhan. Adapun beberapa macam jenis flora utama yang terdapat di Indonesia, antara lain :
1)    Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis merupakan hutan heterogen yang terdiri atas berbagai macam tumbuh-tumbuhan, daunnya lebat, pohonnya tinggi dan besar. Hutan ini banyak terdapat di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.
2)    Hutan Musim
Hutan musim biasanya merupakan hutan homogen, yang terdiri atas satu jenis tumbuhan dan tumbuhan tersebut dapat beradaptasi dengan musim. Contoh: hutan jati, hutan cendana, dan hutan pinus.
3)    Sabana
Sabana merupakan padang rumput yang masih diselingi oleh semak belukar. Sabana banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur.
4)    Stepa
Stepa merupakan padang rumput yang murni dan tidak diselingi adanya semak belukar. Stepa banyak terdapat di Flores dan Pulau Sumba.
5)    Hutan Bakau (Mangrove)
Hutan bakau, banyak terdapat di pantai-pantai pulau yang ada di Indonesia, seperti dipantai timur Sumatra, pantai selatan Papua, dan pantai selatan Pulau Kalimantan. Hutan bakau mempunyai fungsi yang sangat penting, antara lain dapat melindungi pantai dari abrasi air laut. Selain itu, juga sebagai tempat berkembang biak berbagai jenis ikan dan udang.
6)    Padang Lumut
Padang lumut banyak terdapat di daerah puncak pegunungan yang tinggi dengan suhu udara yang dingin, sehingga umumnya hanya dapat ditumbuhi oleh tumbuhan lumut.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Persebaran Flora di Indonesia

Persebaran flora di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut di
antaranya :
1) Iklim
Iklim berpengaruh terhadap persebaran jenis flora atau tumbuhan tertentu karena
tumbuhan akan dapat hidup pada keadaan atau kondisi iklim tertentu. Adapun unsur iklim yang berpengaruh terhadap persebaran flora adalah suhu, curah hujan, dan kelembapan.

2) Tanah (struktur dan kesuburan)
Tumbuhan  membutuhkan zat-zat makanan yang berbeda-beda. Jenis-jenis turmbuhan
tertentu juga hanya akan bisa hidup pada jenis-jenis tanah tertentu. Dengan demikian, tanah akan berpengaruh terhadap persebaran jenis tumbuhan.

3) Relief (tinggi rendahnya permukaan bumi)
Tinggi rendahnya permukaan bumi dari air laut akan memengaruhi suhu atau unsur-unsur iklim yang lain. Hal ini juga akan memengaruhi jenis tumbuhan tertentu yang bias hidup. Secara lebih jelas hal ini digambarkan oleh Junghuhn sebagai berikut :
a)    Ketinggian 0 - 650 meter tanaman yang dapat tumbuh dengan baik yaitu. padi, jagung, karet, dan tebu.
b)    Ketinggian 650 - 1.500 meter tanaman yang dapat tumbuh dengan baik yaitu tembakau, kopi, dan coklat.
c)    Ketinggian 1.500 - 2.500 meter tumbuhan yang dapat tumbuh dengan baik yaitu
teh, kopi, kina, dan sayuran.
d)    Ketinggian di atas 2.500 meter sudah tidak ada jenis tumbuhan yang cocok kecuali lumut dan sejenisnya.

4) Air
Air merupakan syarat mutlak bagi tumbuhan untuk bisa bertahan hidup. Oleh karena
itu, dengan keberadaan air akan berpengaruh terhadap persebaran tumbuhan. Tumbuhan memperoleh air dari air tanah dan hujan.

5) Manusia dan Hewan ,
Manusia mempunyai peran yang sangat besar dalam menyebarkan berbagai jenis
tumbuhan  yang ada di bumi ini. Selain itu  hewan juga berperan serta dalam penyebaran tumbuhan.

Usaha-Usaha untuk Melestarikan Flora di Indonesia
Ada beberapa ha1 yang dapat dilakukan untuk melestarikan flora di Indonesia. Usaha-usaha tersebut dapat dilakukan dengan cara:
1)    mengadakan reboisasi terhadap hutan-hutan yang gundul
2)    menghindari penebangan hutan secara liar
3)    membuat cagar alam, untuk melindungi beberapa jenis tumbuhan langka. Contoh: cagar alam yang ada di Provinsi Bengkulu, yang melindungi bunga raflesia arnoldi;
4)    mengadakan penelitian dan pengembangbiakan tumbuh-tumbuhan langka; dan
5)    mengadakan penghijauan.

Fauna
Fauna adalah dunia hewan. Semua jenis hewan yang ada di muka bumi ini merupakan
bahan kajian dari fauna. Ilmu yang secara khusus mempelajari tentang hewan disebut zoologi.
a. Macam-Macam Fauna
Secara umum, fauna Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu fauna
Asiatis, fauna peralihan, dan fauna Australis. Antara jenis fauna Asiatis dengan fauna
peralihan dibatasi oleh garis Wallacea, dan antara fauna peralihan dengan fauna Australis dibatasi oleh garis Weber.
1)    Fauna Asiatis (Indonesia wilayah barat), yaitu jenis-jenis binatang yang sama dengan binatang di Benua Asia. Contoh: harimau, gajah, badak, banteng, orang hutan, dan sebagainya. Daerah persebarannya di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
2)    Fauna peralihan (Indonesia wilayah tengah), yaitu merupakan jenis-jenis binatang peralihan antara binatang Benua Asia dan binatang Benua Australia. Contoh: komodo, anoa, babi rusa, dan burung maleo. Daerah persebarannya di Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Kepulauan Maluku.
3)    Fauna Australis, yaitu jenis-jenis binatang yang sama dengan binatang di Benua Australia. Contoh burung cenderawasih, kasuari, kanguru, dan sebagainya. Daerah persebaran di Pulau Papua dan sekitarnya.

Perbedaan pokok antara jenis binatang Asiatis dan jenis binatang Australis dapat dilihat pada tabel berikut.

Fauna Asiatis    Fauna Australis
1.    Binatang menyusui atau mamalia besar-besar
2.    Tidak ada binatang berkantung
3.    Banyak jenis kera
4.    Banyak jenis ikan air tawar
5.    Tidak banyak jenis burung berwarna    1.    Mamalia kecil-kecil .
2.    Banyak binatang berkantung
3.    Tidak ada kera
4.    Sedikit jenis ikan air tawar
5.    Banyak jenis burung berwarna

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Persebaran Fauna di Indonesia

Persebaran fauna di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut
adalah faktor fisis, faktor biotik, dan faktor historis.

1)    Faktor Fisis (iklim, tanah, dan relief)
Pada hakikatnya semua binatang mempunyai habitat tersendiri yang berbeda dengan jenis binatang yang lain. Ikan hanya akan dapat hidup kalau ada air, burung pinguin mampu hidup di daerah iklim yang dingin. Onta bisa hidup di daerah yang panas dan sebagainya. Oleh karena itu, kondisi fisis suatu daerah akan memengaruhi persebaran jenis fauna.

2)    Faktor Biotik (manusia, tumbuh-tumbuhan, dan hewan itu sendiri)
Manusia merupakan faktor utama dalam penyebaran berbagai macam jenis binatang yang ada di bumi ini. Di samping binatang itu sendiri yang secara alamiah akan melakukan penyebaran mencari tumbuh-tumbuhan atau makanan dan berupaya beradaptasi dengan lingkungannya.

3)    Faktor Historis Geografis .
Faktor sejarah dan lingkungan geografis juga akan memengaruhi  persebaran jenis
binatang. Mungkin daerah tersebut sudah sejak lama secara turun temurun dihuni atau menjadi habitat jenis binatang tertentu.

Usaha-Usaha untuk Melestarikan Fauna di Indonesia
Keberadaan fauna di Indonesia perlu dilestarikan. Usaha untuk melestarikan fauna di
Indonesia dapat dilakukan dengan cara:
1)    membuat suaka margasatwa; Contoh:
a.    Suaka margasatwa di Ujung Kulon, Provinsi Banten melindungi badak bercula  satu.
b.    Suaka margasatwa Baluran, Jawa Timur melindungi banteng.
c.    Suaka margasatwa di Pulau Komodo melindungi binatang komodo.
2)    mengeluarkan undang-undang perlindungan terhadap binatang-binatang langka
3)    mengadakan penelitian dan pengembangbiakan terhadap jenis-jenis binatag langka
4)    menghindari perburuan binatang secara liar.

0 komentar:

Poskan Komentar